Zankore dan Nvidia Siapkan AI Factory di Indonesia, Pinjaman Rp 56 Triliun
Zankore, penyedia infrastruktur AI yang didukung Indosat, dilaporkan mengamankan pinjaman USD 3,1 miliar (sekitar Rp 56 triliun) untuk membeli GPU Nvidia bagi pusat data AI.
Zankore, penyedia infrastruktur kecerdasan buatan (AI) asal Indonesia yang didukung operator telekomunikasi Indosat, dilaporkan mengamankan fasilitas pinjaman berjangka senilai USD 3,1 miliar, sekitar Rp 56 triliun. Dana itu akan dipakai membeli unit pemrosesan grafis (graphics processing unit/GPU) Nvidia untuk pusat data AI yang disebut sebagai AI Factory.
Informasi ini bersumber dari laporan Liputan6.com pada Rabu (28/10/2026) yang mengutip Finance Biggo. Rilis resmi dari Zankore, Nvidia, atau bank pemberi pinjaman tidak ada dalam bahan yang kami telaah, sehingga rincian transaksi belum dapat diverifikasi dari sumber primer.
Pendanaan dan skema
Menurut laporan itu, pinjaman tersebut didukung konsorsium bank global. Laporan yang sama menyebut transaksi ini sebagai salah satu pembiayaan perangkat keras AI terbesar di Asia. Nama bank, bunga, tenor, dan status pencairan dana tidak dijelaskan.
Sektor perbankan di Asia disebut cenderung berhati-hati membiayai pembelian chip AI secara langsung. Alasannya, nilai aset GPU turun cepat dan ada risiko geopolitik dalam perdagangan teknologi Amerika Serikat dan Tiongkok.
Untuk mengatasi hal itu, Nvidia disebut melengkapi kesepakatan dengan kerangka kerja bagi hasil dan dukungan kredit. Menurut laporan tersebut, skema ini memberi kepastian bagi bank penjamin emisi dan menjamin ketersediaan komputasi bagi perusahaan besar hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pimpinan Zankore, Vikram Sinha, dikutip mengatakan, “Nvidia membantu kami menjadikan proyek ini layak mendapat pembiayaan.”
Laporan itu juga menyebut dukungan pada skema pembiayaan ini sebagai langkah strategis Nvidia untuk memperluas pasar GPU di luar Amerika Utara dan memperkuat saluran distribusi cloud di Asia Tenggara.
Kapasitas dan jadwal
Fasilitas ini dijadwalkan beroperasi dengan kapasitas 100 megawatt (MW), lalu ditingkatkan hingga 1 gigawatt (GW). Pusat data dirancang melayani pelanggan layanan awan (cloud) AI di seluruh Indonesia hingga Asia Tenggara.
Platform Zankore disebut resmi diluncurkan pada 6 Agustus, tanpa keterangan tahun dalam bahan sumber, dengan target kapasitas Nvidia DSX AI Factory hingga 1 GW. Sekitar 200 MW ditargetkan rampung pada paruh pertama 2027. Laporan tidak menjelaskan hubungan antara angka 100 MW, 200 MW, dan 1 GW, sehingga tahapan pembangunannya belum jelas.
Pemegang saham dan klaim manfaat
Zankore disokong pemegang saham dari operator telekomunikasi, termasuk PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk, yang disebut sebagai operator seluler terbesar kedua di Indonesia, bersama Ooredoo Group dan Nokia Corporation.
Laporan itu menyebut proyek ini memperkuat posisi Indonesia yang tengah mengalami lonjakan permintaan pusat data untuk mendukung ekosistem AI nasional. Proyek disebut tetap mematuhi regulasi tata kelola data elektronik di Indonesia dan aturan ekspor teknologi dari Amerika Serikat. Ini adalah klaim dari laporan tersebut dan belum diuji secara independen.
Pertanyaan yang belum terjawab
Bahan sumber tidak menyebut beberapa hal penting:
- Lokasi pembangunan pusat data.
- Kebutuhan dan sumber listrik, terutama untuk kapasitas hingga 1 GW.
- Kebutuhan air, mengingat pusat data memerlukan pendinginan.
- Status izin lingkungan dan tata ruang.
- Siapa yang secara resmi mengumumkan pendanaan, dan apakah dana sudah cair atau masih komitmen.
Sampai informasi itu dipublikasikan oleh pihak terkait, dampak proyek terhadap kapasitas komputasi nasional dan Asia Tenggara masih berupa rencana.